PUSDIKLAT TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN

BADAN LITBANG DAN DIKLAT KEMENTERIAN AGAMA RI

Work From Home (WFH), Upaya Pencegahan Covid-19 pada Kementerian Agama

03/17/2020

03/17/2020

Istilah work from home (WFH) saat ini menjadi trending topic. Pembahasan WFH muncul beberapa hari belakangan ini terkait dengan kekhawatiran penyebaran virus corona/covid-19. Kementerian Agama merespon perkembangan tersebut dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Agama RI No 2 tahun 2020, tentang Penyesuain Sistem Kerja Pegawai Dalam Upaya Pencegahan Corona Virus Diseases 2019 ( Covid-19) pada Kementerian Agama.  Sebagai salah satu satker di bawah kementerian Agama, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan  memberlakukan pula WFH bagi pegawainya. Mulai tanggal 18 Maret 2020 hingga tanggal 31 Maret 2020, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan   menerapkan kegiatan WFH dengan pengaturan jadwal, pembagian tugas dan mekanisme pelaporan harian bagi sebagian pegawainya yang dinilai dapat melakukan pekerjaannya di rumah.  Sementara bagi sebagian pegawai yang dinilai perlu hadir termasuk seluruh pejabat eselon 3 dan 4, tetap hadir di kantor   dengan penjadwalan piket.
Sebagian pegawai yang diijinkan WFH menjalani tugas tertentu yng telah dikoordinasikan dengan pimpinannya masing-masing. Setiap hari, pegawai diwajibkan melaporkan aktifitas hariannya dengan format khusus yang berisikan deskripsi pekerjaan dan hasil pekerjaannya.
Berikut ini beberapa poin tentang pengaturan sistem kerjayang berlaku saat ini dari Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Upaya Pecegahan Penyebaran Covid-19 Di Lingkungan Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan Dan Kegamaan yaitu:

  1. Menunda penyelenggaraan pelatihan/kegiatan yang menghadirkaan banyak peserta baik di dalam maupun di luar Kampus Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan;
  2. Pegawai yang mengalami sakit dan/atau memiliki riwayat interaksi dengan pihak/lingkungan yang diduga terjangkit COVID-19, wajib melapor kepada atasan langsung dan menghubungi fasilitas kesehatan terdekat dan/atau melakukan karantina diri sesuai dengan pertimbangan/petujuk pihak yang berwenang/petugas medis;
  3. Pegawai (ASN dan Non-ASN) Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan melaksanakan tugas di rumah/tempat tinggalnya (work from home) mulai tanggal 18 Maret sampai dengan 31 Maret 2020;
  4. Widyaiswara melaksanakan tugas di rumah/tempat tinggalnya (work from home) dengan tugas yang diberikan oleh Bidang Program dan Pengendalian Mutu.
  5. Ketentuan pada point 3 tidak berlaku untuk petugas keamanan dan pegawai (ASN dan NonASN) yang melaksanakan tugas piket, sesuai dengan jadwal terlampir.
  6. Kabag/Kabid mengatur pembagian pekerjaan kepada pegawai yang melaksanakan tugas di rumah/tempat tinggalnya (work from home);
  7. Petugas piket dan pegawai yang bekerja di kantor, melakukan presensi secara manual (tidak menggunakan handkey/finger print);
  8. Pegawai yang melaksanakan tugas di rumah/tempat tinggalnya (work from home) harus tetap berada di rumah, harus dalam keadaan dapat dihubungi setiap saat, dan menyampaikan laporan hasil kerja harian kepada atasan langsung secara online sebagaimana format terlampir;
  9. Kabag/kabid melakukan evaluasi atas hasil pekerjaan dan melaporkannya secara berkala kepada Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan selama sistem kerja ini berlaku;

Penyesuaian mekanisme kerja jarak jauh  melalui WFH ini sesungguhnya merupakan salah satu ikhtiar dalam memutus rantainpenyebaran COID-19. Dalam Fatwa MUI dinyatakan bahwa ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkannya terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams), sehingga wajib hukumnya bagi semua orang untuk segera merespon fenomena penyebaran wabah covid-19 ini. Allahu a’lam bisshawaab (cut)

Indeks

Komentar

Disqus

Bagikan

Maaf, konten ini belum mempunyai komentar. Silahkan tinggalkan komentar anda dengan mengklik tombol komentari di bawah ini

Komentari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.