Analisis Kebutuhan Diklat

AKD

          Dalam konteks pembangunan masyarakat,  pengembangan sumber daya aparatur, melalui sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan besar dan hambatan yang serius. Tantangan itu sebagaimana disampaikan oleh Robert Tucker, akan semakin berat karena semakin ketatnya kompetisi global, terutama pesatnya arus informasi dan komunikasi. yang sarat dengan persinggungan pengaruh nilai-nilai dan budaya yang berhadapan dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.

          Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator indikator kuat atau lemahnya daya saing bangsa Indonesia. Posisi IPM yang masih harus bertengger pada urutan di bawah negara-negara ASEAN, dapat menjadi pemicu agar terjadi gerakan yang kuat menciptakan upaya pembangunan di bidang ilmu, pengetahuan, dan teknologi dengan tidak mengabaikan nilai-nilai budaya Indonesia.

          Dengan indikator-indikator tersebut,  Pusdiklat Tenaga Teknis Pedidikan dan Keagamaan (Pusdiklat) serta Balai Diklat Keagamaan (Balai Diklat) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, memiliki tugas yang secara signifikan harus mambantu meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia dalam konteks pembangunan bidang pendidikan dan agama, khususnya bagi pengembangan sumber daya aparatur Kementerian Agama.

          Salah satu permasalahan yang dihadapi Pusdiklat dan Balai Diklat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan (diklat) adalah tepatnya sasaran atau target program pendidikan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan sumber daya aparatur  yang dilaksanakan melalui proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

          Untuk memahami permasalahan tersebut, perlu dilakukan analisis yang mendalam dan komprehensip sehingga dapat diminimalisir terjadinya  mismatch ketika menetapkan program pengembangan sumber daya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan. Pemenuhan  kebutuhan pengembangan  sumber  daya  yang didasarkan pada suatu proses dan mekanisme yang sistematis, komprehensif, dan antisipatif diharapkan menjadi konstruktif.

          Pusdiklat dan Balai Diklat idealnya harus mampu melaksanakan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) secara sistematis, komprehensif dan  sistematik melalui kajian-kajian akademis dan empiris yang mendalam dan akurat, sehingga hasil Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) mampu mempertemukan antara yang diperlukan dengan kenyataan yang sebenarnya.

          Dengan demikian program dan kegiatan pengembangan sumber daya aparatur, akan dilaksanakan atas dasar hasil Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) nya, sehingga seluruh sumber daya yang dimiliki oleh Pusdiklat dan Balai Diklat dapat digunakan secara efektif, efisien, dan akuntabel.

          Untuk itu perlu dibuat Panduan Teknis Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) yang dapat dijadikan sebagai acuan bagi Pusdiklat dan Balai Diklat dalam menganalisis kebutuhannya, baik kebutuhan jangka pendek maupun kebutuhan jangka panjang.

          Berikut adalah panduan Analisis Kebutuhan Diklat selengkapnya:

 


Print   Email