Kabag TU: “Pusdiklat Tenaga Teknis dan Pendidikan adalah Lembaga yang Sehat dan yang Patut Kita Pertahankan”

Kabag TU, H. Wawan Ridwan, S.Pd.,M.Pd., menyampaikan laporan pada Pembinaan Pegawai Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan (foto doc. Pusdiklat Teknis/zubaidi)

Ciputat (2 Januari 2019). Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan menyelenggarakan kegiatan Pembinaan pegawai yang diselenggarakan pada tanggal 2 Januari 2019 bertempat di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.

 

Hadir dalam kesempatan ini Kepala Pusdiklat, Dr. H. Mahsusi, M.M.; Kabid I Bidang Program dan Pengendalian Mutu, Dr. Aep Sy. Firdaus, M.Pd.; Kabid II Bidang Penyelenggaraan, Efa Ainul Falah, M.A.; Kabag TU, H. Wawan Ridwan, S.Pd., M.Pd.; pejabat eselon IV dan pegawai Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.  

Kegiatan ini diawali dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha, H. Wawan Ridwan, S.Pd.,M.Pd. Pada laporannya Kabag TU menyampaikan bahwa rumah kegiatan ini adalah pembinaan pegawai. Kabag TU menginformasikan juga tentang keberadaan Surat Badan Litbang Diklat No. 3068 tanggal 27 Desember perihal Penerimaan Non-Pegawai ASN untuk Satpam, pengemudi, Tenaga Kebersihan, dan Pramubakti. Menurutnya, “Pegawai Non-ASN yang 26 orang di Pusdiklat Tenaga Pendidikan dan Keagamaan diminta untuk melamar ulang.”

“Keputusan Badan Litbang dan Diklat telah terbit juknis Non-Pegawai ASN di lingkungan Badan Litbang dan Diklat yang perlu kita sepakati dan fahami bersama-sama,” ujarnya.

“Pada kegiatan ini akan ada penyerahan SK koordinator widyaiswara untuk menghindari adanya jabatan demisioner,” tambah Kabag TU.

Selanjutnya Kabag TU menekankan perlunya distribusi pegawai Bidang I ke Bidang II, dan pegawai Bagian Tata Usaha ke Bidang II karena ada 81 kegiatan diklat tahun 2019 yang akan dilaksanakan oleh Bidang II.

“Anggaran kita tahun 2019 adanya kenaikan signifikan. Semula pada tahun 2018 sebesar Rp. 38.955.000.000., (tiga puluh delapan milyar Sembilan ratus lima puluh lima juta rupiah) sekarang menjadi Rp. 39. 765.000.000,- (tiga puluh Sembilan milyar tujuh ratus enam puluh lima juta rupiah). Ada kenaikan yang sangat luar biasa.” Menurut Wawan Ridwan, Rp. 39. 765.000.000,- (tiga puluh Sembilan milyar tujuh ratus enam puluh lima juta rupiah) terdistribusi untuk kegiatan 2019 ini tidak kurang 20 (dua puluh) kegiatan untuk pengembangan yang ada di Bidang I. Ada 81 (delapan puluh satu) kegiatan diklat yang akan dilaksanakan oleh Bidang II, serta ada kegiatan-kegiatan dukungan manajemen,” Tegas Kabag TU.  

“Kita nanti akan menyusun SKP (sasaran kinerja pegawai) yang berbasis tugas dan fungsi masing-masing, serta program berjalan. Ada hubungan linier antara SKP dengan LKH (laporan kinerja harian),” ujar Kabag TU. Ada pilar kewajiban ASN, yaitu: pertama, menyusun SKP; kedua, SKP yang diberlakukan pada tahun 2014 berdasar amanat PP No. 6 Tahun 2011 yang menentukan bahwa tunjangan kinerja diberikan berbasis SKP; ketiga, SKP menjadi penentu pendidikan dan pelatihan; keempat, SKP menjadi basis untuk mengevaluasi keberhasilan pimpinannya,” Imbuhnya.

Kabag TU mengungkap keberhasilan yang diraih Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, yakni: pertama, TLHP (tindak lanjut hasil pemeriksaan) Pusdiklat Tenaga Teknis 2016, 2017, dan 2018 sudah hijau; kedua,  perjanjian kerja pegawai dengan kepala Badan Litbang dan Diklat yang sudah diperjanjikan sudah terlampaui. Contohnya, penyerapan yang ditargetkan pegawai dari 93 melebihi target menjadi 96,70. Contoh lain, hasil audit kinerja 82 melebihi yang diperjanjikan. Sehingga dengan parameter tersebut, Pusdiklat Tenaga Teknis dan Pendidikan adalah lembaga yang sehat dan lembaga yang patut kita pertahankan bersama. Itu semua adalah capaian kita semua atas arahan Bapak Kapusdiklat, ungkapnya.  

Pada akhir laporan, Kabag TU memohon peserta pembinaan untuk lebih meningkatkan kinerja dan dapat memperhatikan arahan Kapusdiklat. (nasH/idham/Zubaidi)

0
0
0
s2smodern