Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Diklat Tahun 2018 Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Dr. Aep Sy. Firdaus, M.Pd., Kabid Program dan Pengendalian Mutu ekspos hasil Analisis Kebutuhan Diklat Tahun 2018 (foto doc. Pusdiklat Tenaga Teknis/Zubaidi)

Ciputat (28 Desember 2018). Kepala Bidang Program dan Pengendalian Mutu memaparkan hasil Analisis Kebutuhan Diklat yang diselenggarakan pada Tanggal 28 Desember 2018 bertempat di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan.

 

Analisis kebutuhan diklat merupakan suatu proses yang sistematis dalam menentukan sasaran, mengidentifikasi ketimpangan antara sasaran dengan keadaan nyata serta menetapkan prioritas tindakan. Dengan demikian perencanaan serta optimalisasi proses pembelajaran diklat dapat dilaksanakan. Tujuan AKD adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui jenis jabatan apakah di Kementerian Agama yang sangat membutuhkan diklat.
  2. Untuk mengetaui jenis diklat apakah yang paling dibutuhkan.
  3. Untuk mengetahui peningkatan kompetensi seperti apakah yang dibutuhkan pegawai Kementerian Agama?
  4. Untuk mengetahui proses pembelajaran diklat seperti apakah yang dapat mendukung tercapainya tujuan diklat?

Tempat AKD adalah Kanwil Kemenag Seluruh Provinsi. Waktu AKD mulai bulan Juli s.d. September 2018. Populasi AKD adalah Seluruh Pegawai  Kementerian Agama. Sampel AKD berupa 10 jenis pegawai Kementerian Agama: Kepala Madrasah, Wakil Kamad, Guru, Kepala Perpus, Kepala Lab, Pengawas Madrasah, Pengawas PAI, Penyuluh, Penghulu, dan Widyaiswara (Provinsi yang ada BDK)

Responden untuk masing-masing jenis pegawai terdiri dari:

  1. Pegawai
  2. Atasan Langsung

Jadi masing-masing jenis pegawai diwakili oleh 2 x 34 = 68 responden. Untuk seluruh jenis pegawai sampel berjumlah 20 x 34 = 680 responden.

Matriks Responden

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian AKD ini dilakukan dengan teknik focus group dan nominative group. Focus group menggunakan pendekatan penilaian diri dengan instrumen yang disusun berdasarkan indikator standar kompetensi pengawas dan penyuluh. Nominative group  menggunakan instrumen kuisioner tentang skala prioritas mata diklat apa yang lebih penting untuk dilaksanakan. Indikator penilaian diri, dan skala prioritas berasal dari Standar Kompetensi masing-masing pegawai yang diteliti.

  • Standar Kompetesi Guru
  • Standar Kompetensi Pengawas
  • Standar Kompetensi Penghulu
  • Standar Kompetensi Penyuluh
  • Standar Kompetensi Kepala Madrasah
  • Standar Kompetensi Kepala Perpustakaan
  • Standar Kompetensi Kepala Laboratorium

Pengolahan Data dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Pengelompokkan data berdasarkan jenis pegawai
  2. Pengelompokkan data berdasarkan besar kecilnya  skor
  3.  Pengelompokkan data berdasarkan gap dan skala prioritas

Teknik analisis data dalam Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) 2018 dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan mikro yaitu suatu analisis kebutuhan diklat yang lebih terfokus kepada upaya menentukan materi/mata diklat. Pada praktik AKD ini menggunakan pendekatan diskrepansi kompetensi kinerja. Teknik Diskrepansi Kompetensi Kinerja adalah mengetahui kebutuhan dengan melihat selisih atau kesenjangan (gap) antara kinerja pengawas dan penyuluh dengan kinerja yang dituntut dalam standar kompetensinya.

Cara menghitung Gap

Cara Menghitung Menentukan Skala Prioritas. 

Dari hasil analisis tiap indikator item akan diklasifikasikan ke dalam kriteria dan rekomendasi, sebagai berikut:

Selanjutnya Analisis Kebutuhan Diklat dapat dideskripsikan dalam tabel-tabel berikut:

 

Setelah disampaikan Ekspose Hasil Analisis Kebutuhan Diklat (ADK) yang disampaikan Kabid Program dan Pengendalian Mutu, Dr. Aep Sy. Firdaus, M.Pd., peserta dimintai kontribusi pemikiran dengan berdiskusi merumuskan rancana kebutuhan diklat dan materi mata diklat yang disajikan. Hasil pendalaman yang dilakukan oleh peserta diserahkan kepada panitia sebagai masukan. (nasH/idham/zubaidi)

0
0
0
s2smodern