Bela Negara Dalam Diklat

Diterbitkan pada Selasa, 23 Agustus 2016 13:41
Dilihat: 2774

Oleh Monica Henny (Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.)

Abstrak

Kita bangsa Indonesia pada bulan Agustus merupakan hari yang membahagiakan tepatnya di tanggal 17, sebab ini merupakan moment sejarah yang selalu kita peringati. Kemerdekaan teriakan di tahun 1945 tetap menggema sampai tahun 2016 , sejarah telah mencatat bahwa bangsa Indonesia sudah merdeka selama 71 tahun. Berbagai peristiwa telah terjadi di bumi nusantara seperti pergantian presiden, G 30 S PKI, lepasnya wilayah Timor-timur, reformasi,  dan lain – lain telah mengukir sejarah Indonesia. Kami bangsa bertekad untuk menjaga keutuhan Negara republik tercinta, baik kedaulatan di darat, laut maupun udara dari berbagai ancaman.

Keutuhan wilayah nusantara menjadi tanggung jawab seluruh warga Negara Indonesia, kata NKRI(Negara Kesatuan Republik Indonesia) tetap  harus kita kumandangkan selalu. Sebagai Negara yang memiliki berbagai potensi, bukan hanya sumberdaya alam, namun juga sumberdaya manusia, sumber daya kebudayaan, yang sungguh luar biasa tak ada di bumi lain selain Indonesia.

Pada  UUD 1945 pasal 30  dituliskan bahwa  bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Maka sudah selayaknya untuk memasukan materi bela Negara ini pada lembaga pendidikan, seperti diklat, agar semakin memperkuat kecintaan kita pada tanah Air, dengan berbagai tindakan yang dapat kita lakukan sesuai dengan profesi masing- masing.

Kata kunci: bela negara, diklat

Abstract:

We as an Indonesian nation in August 17th is a day of joy precisely, because this is a moment in history that we have always commemorated. Independence screams still echoed in 1945 until 2016, history has recorded that Indonesia has been independent for 71 years. Various events have occurred  such as change of president, G30S PKI, the loss of the "timor-timur" territory , reform, and etc that carved Indonesian history. We are a nation determined to maintain the integrity of our beloved republic, both sovereignty on land, sea and air from a variety of threats.

The territorial integrity of the country is the responsibility of all citizens of the Republic of Indonesia, the Republic (Republic of Indonesia) still must we always echo. As a country that has a variety of potential, not only natural resources, but also human resources, cultural resources, extraordinary nobody on earth other than Indonesia.

In UUD 1945 article 30 the Constitution that was written to defend the country is the right and duty of all citizens of Indonesia. It is only fitting to put this matter to defend the country in educational institutions, such as education and training, in order to further strengthen our love of the land of water, with a variety of actions that can be done in accordance with their respective professions.

Keywords: national defense, education and training


Pendahuluan

Kekuatan penduduk 254,9 juta jiwa, dengan didukung oleh 34 propinsi, memiliki aneka suku, budaya, adat yang berbeda, namun dengan kekuatan bhineka tunggal ika, kita tetap harus bersatu melawan penjajah. Kata penjajah di era awal kemerdekaaan sungguh berbeda dengan situasi sekarang ini. Perjuangan melawan penjajah bukan semata harus dari pihak angkatan bersenjata, namun kita semua diharapkan turut berperan serta.

Pusat Pendidikan dan pelatihan sebagai lembaga yang memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetap memiliki peran untuk selalu menjaga  NKRI yang dapat diwujudkan dengan bela Negara. Apa sebenarnya makna bela Negara? Menurut  Pasal 30 UUD 1945, bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Bela negara adalah upaya setiap warga negara untuk mempertahankan Republik Indonesia terhadap ancaman baik dari luar maupun dalam negeri. Kesadaran bela Negara merupakan satu hal yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap warga negara Indonesia, sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela Negara. Kesadaran bela Negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa, dalam rangka menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Pengertian bela Negara ( UU No 3 tahun 2002 Pasal 9 ayat 1) sikap dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Pembahasan

Mengapa kita perlu membela Negara?

Pasal 27 Ayat (3): “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara,” dan Pasal 30 Ayat (1): “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme, yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

Setiap warga negara  berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara  karena setiap warga negara indonesia diharapkan :

a. Menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

b. Ingin memajukan Negara.

c. Mempetahankan Negara jangan sampai dijajah kembali.

d. Meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata dunia internasional.

Unsur Dasar Bela Negara

  1. Cinta Tanah Air
  2. Kesadaran Berbangsa & bernegara
  3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
  4. Rela berkorban untuk bangsa & negara
  5. Memiliki kemampuan awal bela negara

Sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat, sudah sewajarnya selalu waspada akan hadirnya berbagai jenis ancaman yang akan datang baik dari sisi regional, national, global. Ancaman regional diantaranya konflik perbatasan, disparitas kondisi sosial ekonomi di perbatasan,  Illegal (Migrant, Fishing, Logging & BBM). Ancaman national seperti isu keamanan perbatasan dan pulau- pulau kecil terluar, isu terorisme, keamanan maritim dan dirgantara, isu konflik horizontal, bencana alam,  Ancaman Global seperti terorisme, krisis pangan dan air, narkoba, pemanasan global, pencemaran lingkungan dll.

Berbagai ancaman yang ada tentu bagi kita suka dan juga tidak suka akan kita hadapi, namun sebagai lembaga diklat tentu juga mempunyai peran yang tidak kalah besarnya dengan lembaga lembaga yang lain. Sesuai dengan  tupoksinya tetap diharapkan berperan serta membantu pemerintah untuk memberikan yang terbaik dalam membela Negara tercinta. Menanamkan semangat mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara  diatas kepentingan pribadi dan golongan, serta sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara. Menerapkan nilai- nilai dalam diklat, seperti nilai persatuan dan kesatuan, rela berkorban, kemanusiaan, msyawarah mufakat  kerjasama, saling menghargai, cinta tanah air dan bangsa.  

Pendidikan dan pelatihan memiliki tujuan memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan  dan sikap agar dapat memanfaatkan dalam kehidupannya. Sikap itu sangat diharapkan, dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Beberapa hal yang menjadi contoh proses pembelaan negara. diantaranya adalah :

1. Kesadaran untuk melestarikan kekayaan budaya, terutama kebudayaan daerah yang beraneka ragam. Sehingga hal ini bisa mencegah adanya pengakuan dari negara lain yang menyebutkan kekayaan daerah Indonesia sebagai hasil kebudayaan asli mereka.

2. Adanya kepatuhan dan ketaatan pada hukum yang berlaku. Hal ini sebagai perwujudan rasa cinta tanah air dan bela bangsa. Karena dengan taat pada hukum yang berlaku akan menciptakan keamanan dan ketentraman bagi lingkungan serta mewujudkan rasa keadilan di tengah masyarakat.

3. Meninggalkan korupsi. Korupsi merupakan penyakit bangsa karena merampas hak warga negara lain untuk mendapatkan kesejahteraan. Dengan meninggalkan korupsi, kita akan membantu masyarakat dan bangsa dalam meningkatkan kualitas kehidupan.

Kesimpulan

Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non fisik. Secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh, sedangkan secara non fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme yakni kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air, serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Guna menjamin tetap tegaknya Negara Republik Indonesia dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, maka sumber daya manusia menjadi titik sentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang mampu melaksanakan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Pencerdasan kehidupan bangsa sebagai amanat UUD 1945 harus dijabarkan secara arif, kecerdasan kehidupan bangsa tidak hanya dalam arti fisik atau material, tetapi juga psikis dan spiritual, artinya bahwa proses mencerdaskan dalam konteks keilmuan, harus dibarengi dengan proses mencerdaskan watak kebangsaan.

Kesadaran bela Negara merupakan sikap moral dan implementasi profesionalisme, sehingga dalam aktualisasinya mampu menjadikannya sebagai unsur utama kekuatan bangsa dalam menghadapi ancaman militer.

Bela negara juga dalam arti bebas dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, korupsi, nepotisme dan lain sebagainya yang menghambat kemajuan bangsa," Betapa bermaknanya Diklat yang turut berperan dalam menanamkan bela Negara bagi peserta diklat.’’


Daftar Pustaka

Agus Subagyo,2015 Bela Negara:Peluang dan Tantangan di Era Globalisasi,Jogyakarta, Graha Ilmu

Wawan Tunggul, 2009, Dibawah Cengkeraman Asing, Jakarta, Ufuk press

Akhmad Zamroni,2015 Partisipasi Dalam Upaya Bela Negara, Bandung,Yrama Widya

UUD 45

UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

https://mysuhendi.wordpress.com/.../buku-panduan-pendidikan-diakses 10 Agustus 2016.

https://utarikusuma.wordpress.com/2012/06/18/kewajiban-bela-negara-bagi-setiap-warga-negara/ diakses 5 Agustus 2016

http://www.kitapunya.net/2015/08/partisipasi-dalam-usaha-pembelaan-negara.html, diakses

5 Agustus 2016

http://yusufbudiman92.blogspot.co.id/p/warga-negara-dan-negara.html