Jadwal Diklat

jadwal diklat

Berita Lain

Simdiklat 1

DJJ AKD

Menanam Revolusi Mental dalam Diklat

Oleh Monica Henny (Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.)

Abstrak

Pemerintah Indonesia sekarang ini mempunyai keinginan untuk mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdikari.  Revolusi Mental, sebuah cita-cita yang ingin diraih dalam mewujudkan bangsa yang mandiri dan berdikari. Revolusi mental adalah Gerakan seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah untuk memperbaiki karakter bangsa menjadi Indonesia yang lebih baik. Revolusi mental juga bertujuan untuk merubah pola pikir (mindset) negatif menjadi positif dan membentuk manusia Indonesia yang berkarakter. Revolusi mental suatu keharusan, agar bangsa menjadi sejajar dengan bangsa lain.  Bagaimanakah menanam revolusi mental dalam kediklatan? Diawali dengan melakukan semua aktivitas secara disiplin.

Kata kunci: Revolusi mental, diklat

Abtract:

The Indonesian government now has a desire to create an independent and self-sufficient nation. Mental Revolution, a goal to be achieved in creating an independent and self-sufficient nation. Mental revolution is a movement of all people in Indonesia with the government to improve the character of the indoneisan nation becomes  better . Mental revolution also aims to change the  negative mindset  n into a positive and form the character of the Indonesian people. Mental revolution must be done , so that the people become equal with other nations. How to plant a mental revolution in education and training? Beginning with doing all the activities in the discipline.

Keywords: mental revolution, training


A. Pendahuluan

Revolusi mental sebenarnya  telah  dilontarkan oleh pendiri Negara ini dan Presiden pertama di Indonesia pada peringatan 17 Agustus 1956, Soekarno melihat revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mendek/ berhenti. Padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan seutuhnya belum tercapai. Pembangunan fisik setelah kemerdekaan sudah dijawab, dapat kita lihat hasilnya, berbagai gedung pencakar langit begitu megah, jalan tol, infratruktur di daerah juga sudah menunjukan hasil nyata, namun perlu disadari masih banyak kekurangan.  Sekarang  sudah 61 tahun merdeka, perjuangan itu belum selesai dan tidak akan pernah berakhir. sebab membangun jiwa bangsa itu sangat bermakna.

Era globalisasi sudah merambah dinegeri ini, dimana batas-batas geografi, social budaya menjadi kurang penting. kita juga mengalami krisis nilai dan karakter, krisis pemerintah, krisis relasi social. Perlunya revolusi mental adalah karena penyakit seperti emosi/mental/jiwa akan berdampak pada individu seperti malasnya seseorang dan tidak mempunyai karakter. Kemudian dampaknya akan menular kepada masyarakat yang ditandai dengan gangguan ketertiban, keamanan, kenyamanan, kecemburuan sosial, dan ketimpangan sosial.  Lebih jauh lagi, akan berdampak negatif pada bangsa dan negara.  Bangsa kita akan lemah dan menjadi tidak bermartabat.  Kemudian produktivitas dan daya saing kita menjadi rendah.

Sebagai langkah yang dapat dilakukan dalam mewujudkan revolusi mental  dalam lembaga diklat adalah menanam revolusi mental pada lembaga diklat. Pada setiap peserta dan pegawai perlu ditanamkan untuk dapat merubah dalam dirinya agar mau melakukan perubahan kearah lebih baik.

B. Pembahasan

Revolusi dari bahasa latin revolution, yang berarti berputar arah adalah perubahan fundamental (mendasar) dalam struktur organisasi yang terjadi dalam periode waktu yang relative singkat. Mental adalah cara berpikir atau kemampuan untuk berpikir, belajar, dan merespon terhadap suatu situasi atau kondisi. Mengutip kamusWebster Dictionary, kata revolusi punya beberapa makna. katarevolusidikaitkan dengan pergerakan sebuah benda seperti bintang atau planet dalam orbitnya.

Dalam kehidupan sehari-hari praktek revolusi mental menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.

Dari bidang pemerintahan sendiri sudah banyak langkah- langkah yang diambil oleh pemerintah, misalnya reformasi, merubah aturan yang berbelit- belit menerapkan sikap disiplin dalam pemerintahan  dan lain- lain.

Prioritas Pembangunan yang ditetapkan oleh Pemerintahan Jokowi dan Yusuf Kalla diberi nama Nawa Cita (9 agenda prioritas) :

  1. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi dan memberikan rasa aman pada segenap seluruh warga Negara.
  2. Membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola Pemerintah yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
  3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan.
  4. Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
  5. Meningkatkan kualitas hidup manusia.
  6. Mewujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera, kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
  7. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.
  8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan, yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan, seperti pengajaran sejarah pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta Tanah Air, semangat bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
  9. Memperteguh ke-bhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui kebijakan memperkuat pendidikan ke-bhinekaan.

Tiga Nilai Revolusi Mental

  1. Integritas (jujur, dipercaya, berkarakter, bertanggung jawab)
  2. Kerja Keras (etos kerja, daya saing, optimis, inovatif dan produktif)
  3. Gotong royong (kerja sama, solidaritas, komunal, berorientasi pada kemaslahatan

Lembaga pendidikan dan pelatihan sebagai organisasi yang memiliki tugas dan tanggung jawab memberikan pendidikan dan pelatihan sudah pasti memiliki peran untuk mensukseskan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah sekarang ini. Agenda no 6 (enam)  diatas sangat relevan untuk diaktualisasikan pada lembaga kediklatan.

Pendidikan akan mempengaruhi orang dalam melakukan hal-hal dalam kehidupan, jika pendidikannya baik, maka perbuatannya akan baik. Revolusi mental memang harus dimulai dari dunia pendidikan dan secara simultan berjalan di bidang-bidang lainnya. Mengapa dunia pendidikan?Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Walaupun secara formal manusia menuntut ilmu pada lembaga pendidikan pada jangka waktu tertentu, namun prinsipnya proses belajar yang dialami manusia berlangsung sepanjang hayat, artinya belajar adalah proses yang terus-menerus, yang tidak pernah berhenti dan terbatas pada dinding kelas. Hal ini didasari pada asumsi bahwa di sepanjang kehidupannya, manusia akan selalu dihadapkan pada masalah-masalah, rintangan-rintangan dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam kehidupan ini.

Pelatihan adalah setiap usaha untuk memperbaiki performansi pekerja pada suatu pekerjaan tertentu yang sedang menjadi tanggung jawabnya, atau satu pekerjaan yang ada kaitannya dengan pekerjaannya.  Gomes (2003:197).

Pada dunia kediklatan ada 5 standar yang mesti ada untuk dilaksanakan, yakni standar isi, proses, kompetensi alumni, tenaga kediklatan,  sarana dan prasarana. Sejalan dengan judul diatas maka penulis berpendapat bahwa ada berbagai hal yang harus dan mampu dilaksanakan agar diklat semakin lebih baik, serta menjadi kebutuhan, dengan kata kunci revolusi mental.  Demikian pula  peserta yang dipanggil mengikuti diklat, diharapkan akan menjadi berubah setelah mengikuti diklat.  

Revolusi mental memiliki makna luar biasa bagi kemajuan diri sendiri maupun lembaga. Indikator revolusi mental yang ingin dicapai adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong. Apabila  PNS memiliki tiga indikator revolusi mental diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pelayanan publik menjadi lebih baik dan lebih cepat.

Manusia dalam organisasi dapat diperlakukan sebagai tanaman, ia akan diteliti dan dihargai kebutuhannya, dialokasikan investasi, disediakan program untuk dilatih, dimotivasi, dan dikembangkan secara khusus sampai memperoleh kapasitas paling optimal untuk berkontribusi bagi organisasi.(Darmin 2012:8)

Tahun 2016 ini pemerintah targetkan 70 persen PNS bisa mengalami revolusi mental. 70 persen itu bisa tiga juta lebih," Kompas  (26/5/2016).

            Berbagai hal dapat dilakukan oleh Diklat sebagai lembaga yang mendiklat para pegawai, seperti melaksanakan disiplin bagi peserta selama mengikuti kediklatan, tanpa memandang suku, budaya, agama, pangkat, golongan. Satu kata yang memiliki banyak makna,, menurut kamus bahasa Indonesia disiplin berarti melatih batin dan watak supaya perbuatannya menaati tata tertib. Disiplin diri berarti melatih diri melakukan segala sesuatu dengan tertib dan teratur secara berkesinambungan untuk meraih impian dan tujuan yang ingin dicapai dalam hidup.SP Siagian(2007:305) Penerapan disiplin pegawai adalah suatu bentuk pilihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap dan perilaku pegawai sehingga para pegawai tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara komprehenship dengan para pegawai yang lain serta meningkatkan prestasi kerja.

Pegawai(sumberdaya manusia) dengan segudang harapan menuju ke tempat diklat, dan sebagai lembaga diklat juga memiliki harapan untuk melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab agar semua dapat berjalan dengan baik. Segala  pelaksanaan yang berkaitan dengan keadiklatan akan dapat berjalan dengan baik, apabila pada taraf minimal terjalin komunikasi yang baik. Berbagai langkah dapat dilakukan oleh lembaga untuk melaksanakan revolusi mental diantaranya:

  1. Untuk mewujudkan integritas ; sejauhmana mereka memiliki kesatuan sikap, mental,pikiran, tindakan yang selaras dengan nilai- nilai baik, hal yang dapat dilakukan  menciptakan budaya kepercayaan, menepati janji, bertanggung jawab, menyadari hal- hal kecil itu penting, konsisten.
  2. Untuk mewujudkan etos kerja ; suara hati yang tulus dan ikhlas dari setiap sumberdaya manusia untuk mau bekerja keras tanpa pamrih dalam memberikan pelayanan terbaik yang diberikan kepada setiap orang. Hal yang dapat dilakukan ;melaksanakan tugas sesuai bidang tugasnya, memiliki prakarsa, mentaati segala peraturan, mau bekerjasama,
  3. Untuk mewujudkan gotong royong; bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang diharapkan, Hal yang dapat dilakukan memiliki semanagt kebersamaan, kekeluargaan, keadilan, sukarela, tanggung jawab.

Melaksanakan tiga nilai revolusi mental ini dimulai sekarang dari diri sendiri, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing- masing. Agar dapat hidup dengan kebenaran dan hikmat, kadang kita harus berlogika dengan diri kita(Meyer 2005:122). John P. Kotter dan Dan S. Cohen (2002:35), menyatakan bahwa jantung perubahan bukan berada dalam pikiran, melainkan pada mental, yakni: “Sikap atau Perasaan

Kita ingin menyaksikan terjadinya revolusi mental, dan kita dapat memulainya dari lingkungan kita sendiri, dimulai dari hal- hal yang kecil,dan mulailah dari sekarang. Mari membangun Indonesia supaya lebih baik lagi, kemajuan bangsa adalah kebanggan kita semua. 

C. Penutup

Pendidikan dan pelatihan  merupakan aplikasi dari revolusi mental dalam dunia kediklatan, permasalahan pendidikan dan pelatihan dapat  diatasi dengan menanam revolusi mental, agar Indonesia menjadi lebih baik. Menanam revolusi mental dalam diklat dimulai dari diri sendiri dan sekarang. Tiga nilai revolusi mental, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong bila bersinergi dan dilaksanakan oleh semua pegawai dengan tulus ikhlas, maka tercipta kedamaian, keindahan bagi kita.   

Semua berharap kita berubah, kediklatan berubah, Indonesia berubah. Maju terus pantang mundur, menuju Indonesia Emas.

Saran:

  • Pendidikan dan pelatihan  tanggung jawab  bersama dan dilaksanakan dengan penuh integritas, etor kerja  dengan gotong royong.
  • Pelatih menjadi lokomotif perbaikan bangsa melalui revolusi mental
  • Sumbar daya manusai   tetap  ditingkatkan  kompetensi sekaligus karakter, karena kompetensi tanpa karakter akan rusak, dan karakter tanpa kompetensi akan pincang.(Monica Henny S )

 Mari kita berubah,,, Berubah… BERUBAH.


Daftar Pustaka

Asri Budiningsih,2004.Pembelajaran Moral, Rineka Cipta, Jakarta

Amin Ibrahim,2008.Teori dan Konsep Pelayanan Publik Serta Implementasinya, Mandar Maju,Bandung

Darmin Ahmad,2012.Talent Management,Gramedia, Jakarta

Doni Koesoema,2015 Strategi Pendidikan Karakter,Revolusi Mental dalam Pendidikan,Kanisius Yogyakarta

Heri Gunawan,2011. Pendidikan Karakter  Konsep dan Implementasi Alfabeta,Bandung

Joyce Meyer,2005.Mengelola Emosi Anda,Gospel Press, Batam

Kotter,John P,and Dan S Cohen. 2002 The Heart of Change, Boston, MA: Harvard Busines School Press

Mundzier Suparta,2012,Selamatkan Bangsa dari Korupsi,Inspektorat Kemenag RI

Madya Utama, 2002, Dinamika Hidup Beriman,Kanisius, Yogyakarta

Wibowo, 2011.Manajemen Kinerja, Rajagarfindo, Jakarta

…. 2016,Bahan Ajar Pelatihan Revolusi Mental Bagi ASN, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional

Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini