Jadwal Diklat

jadwal diklat

Berita Lain

Simdiklat 1

DJJ AKD

Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Membaca Mata Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah

Oleh Neneng LM

 

arabic

Belajar pada dasarnya adalah proses bermakna untuk mencapai kompetensi atau kecakapan hidup (life skill). Kecakapan hidup merupakan kebutuhan setiap orang, karena itulah belajar merupakan kegiatan untuk membentuk, mengembangkan dan menyempurnakan kecakapan hidup. Hanya mereka yang memiliki kecakapan hiduplah yang akan dapat bertahan dalam hidupnya dan menjadikan hidupnya lebih bermakna. Makna kehidupan terjadi dalam konteksnya, oleh karena itu maka pelajaran akan menjadi bermakna bila dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata siswa. Terdapat berbagai cara untuk mengaitkan konten dengan konteks, salah satunya adalah melalui pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), yang juga dikenal dengan nama lain Project Based Teaching, Experienced Based Education, dan Anchored Instruction (Ibrahim dan Nur dalam Pasek, 2008). Model pembelajaran ini membantu siswa belajar isi akademik sekaligus keterampilan memecahkan masalah dengan melibatkan mereka pada situasi masalah kehidupan nyata.

Pembelajaran berbasis masalah diturunkan dari teori bahwa belajar adalah proses dimana siswa secara aktif mengontruksi pengetahuan (Gijselaers, 1996). Psikologi kognitif modern menyatakan bahwa pembelajaran terjadi dari aksis siswa selaku pembelajar, sedang guru hanya berperan dalam memfasilitasi terjadinya kativitas kontruksi pengetahuan oleh pembelajar. Guru harus memusatkan perhatiannya untuk membantu siswa mencapai keterampilan self directed learning. Dapat dikatakan bahwa model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran dimana pengajuan pertanyaan atau masalah menjadi fokus dalam proses pembelajaran dengan memusatkan keterakitan antar disiplin. Oleh karenanya maka dalam model pembelajaran ini berbagai permasalahan disiapkan sebagai stimulus pembelajaran. Siswa diharapkan pada situasi pemecahan masalah, dan guru hanya berperan memfasilitasi terjadinya proses belajar dan memonitor proses pemecahan masalah.

Pembelajaran berbasis masalah tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa. Pembelajaran berbasis masalah lebih bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berfikir dan keterampilan memecahkan masalah dan menajdi pembelajar yang mandiri (Pase, 2008).

Ciri-ciri Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran berbasis masalah secara khusus dirancang untuk melibatkan siswa agar secara aktif memecahkan sebuah masalah dalam kelompok kecil. Masalah yang harus dipecahkan oleh siswa tersebut hendaknya disiapkan sebagai konteks pembelajaran baru. Selanjutnya, dari analisis serta penyelesaian terhadap masalah yang ada, diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang berhubungan dengan pemecahana masalah. Dalam pembelajaran berbasis masalah hendaknya disajikan masalah-masalah yang autentik dan bermakna sehingga dapat memberikan kemudahan pada siswa untuk melakukan penyeledikan dan inkuiri. Peranan guru dalam model ini adalah mengajukan masalah, memfasilitasi penyelidikan dan interaksi siswa, serta mendukung siswa dalam pembelajaran. Model ini diorganisasikan di sekitar situasi kehidupan nyata yang menghindari jawaban sederhana dan mengundang berbagai pemecahan yang bersaing. Adapun ciri-ciri utama pembelajaran berbasis masalah adalah sebagai berikut:

1. Pengajuan pertanyaan atau masalah

Pembelajarna berbasis masalah dimulai dengan pengajuan pertanyaan atau masalah, bukan mengorganisasikan prinsip-prinsip atau keterampilan-keterampilan tertentu. Pembelajaran berbasis masalah mengorganisasikan pengajaran di sekitar pertanyaan atau masalah yang kedua-duanya secara sosial penting dan secara pribadi bermakna bagi siswa.

2. Berfokus pada keterkaitan antar disiplin

Meskipun pembelajaran berbasis masalah mungkin berpusat pada mata pelajaran tertentu namun hendaknya masalah yang dipilih benar-benar nyata agar dalam pemecahannya siswa meninjau masalah itu dari banyak mata pelajaran

3. Penyelidikan autentik

Model pembelajaran berbasis masalah menghendaki siswa untuk melakukan penyelidikan autentik untuk mencari penyelesaian nyata terhadap masalah yang ada. Mereka harus menganalisis dan mendefinisikan masalah mengembangkan hipotesis dan membuat ramalan, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melakukan eksperimen (jika diperlukan), membuat inferensi dan merumuskan kesimpulan.

4. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya

Pembelajarna berbasis masalah menuntut siswa untuk menghasilkan produk tertentu dalam bentuk karya nyata atau artefak dan peragaan yang menjelaskan atau mewakili bentuk penyelesaian masalah yang mereka temukan. Bentuk tersebut dapat berupa laporan, model fisik, video maupun program komputer. Karya nyata itu kemudian didemonstrasikan kepada teman-temannya yang lain tentang apa yang telah mereka pelajari dan menyediakan suatu alternatif baru terhadap laporan tradisonal atau makalah.

5. Kerjasama

Model pembelajarna berbasis masalah dicirikan oleh siswa yang bekerjasama satu sama lain, paling sering secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bekerjasama memberikan motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas kompleks dan memperbanyak peluang untuk berbagi inkuiri dan dialog dan untuk mengembangkan keterampilan sosial dan keterampilan berpikir.

Tujuan Pembelajaran Berbasis Masalah

Dalam praktiknya, model pembelajaran berbasis masalah harus selalu menyajikan masalah autentik dan bermakna sehingga siswa dapa tmelakukan penyeledikan dan inkuiri. Hal ini sesuai dengan tujuan lahirnya model pembelajarna ini, bahwa pembeljearan berbasis masalah tidak dirancang untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya pada siswa. Pembelajaran berbasis masalah dikembangkan untuk mengembankan kemampuan keterampilan berpikir, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan memecahkan masalah dan keterampilan intelektual siswa, belajar berbagai peran orang dewasa melalui pelibatan mereka pada pengalaman nyata, mengembangkan ketermpilan belajar mengarahkan diri sendiri secara efektif (effective self directed leanring) (Ibrahim dan Nur dalam Psek, 2008). Dengan demikian tujuan pembelajaran berbasis masalah adalah untuk membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, memecahkan masalah, dan keterampilan intelektual serta melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran melalui pengalaman nyata atau simulasi.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Aspek Membaca (Qira'ah)

Dalam kaitannya dengan pembelajaran keterampilan membaca (qira'ah) bagi siswa MI, penggunaan model pembelajaran berbasis masalah ini dipandang sangat bermanfaat untuk membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan serta keterampilan awal dalam memahami makna yang terkandung dalam teks-teks berbahasa Arab. Pemilihan model pembelajaran berbasis masalah ini bermula dari kesulitan yang dialami siswa dalam merekonstruksi makna yang terdapat dalam teks-teks berbahasa Arab. Pembelajaran dengan model ini dipandang penting karena dapat memotivasi siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan sebuah permasalahan. Dalam model pembelajaran berbasis masalah umumnya terdiri dari lima tahap utama, dimulai dengan guru memperkenalkan siswa dengan suatu permasalahan dan diakhiri dengan penyajian dan analisis hasil kerja siswa. yaitu (1) Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan, dan meotivasi siswa agar terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih; (2) guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (meteapkan topik, tugas, jadwal, dll); (3) guru memfasilitasi siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melakukan eksperimen untuk memperoleh penjelasan dan pemecahan masalah; (4) guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang ditugaskan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya; (5) guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.

Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah hendaknya permasalahan yang harus dipecahkan oleh siswa diberikan sebelum mereka memperoleh pengetahuan yang relevan dengan permasalahan tersebut, baik melalui membaca teks atau mendengar penejalsan tentang materi subjek yang melatarbelakangi masalah tersebut. Hal inilah yang membedakan antara pembelajaran berbasis masalah dan model lainnya.

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Pembelajaran Membaca (Qira'ah)

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, dalam pembelajaran berbasis masalah ini aktivitas belajar dimulai dengan meunculan sebuah permasalahan yang harus diselesaikan dan dipecahkan oleh siswa. Keadaan ini menciptakan suasana pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa (student centre), sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan dinamisator. Dengan model pembelajaran berbasis masalah, diharapkan siswa dapat mengembangkan semua potensinya secara optimal dengan cara bertindak serta berpikir aktif dan kreatif dalam proses pembelajarna utnuk menemukan pemecahan masalah yang dihadapi.

Sebagaimana model pemeblajarna yang lain, pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah ini memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang snagat hati-hati oleh guru. Lingkungan belajar perlu diatur sedemikian rupa agar efektifitas kerja siswa dapat terlaksana dengan baik sehingga tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan dapat tercapai.

Pada model pembelajarna berbasis masalah dengan penekanan pada pencapaian tujuan inti latihan keterampilan membaca, yaitu untuk menangkap arti dari seluruh situasi yang dilambangkan dengan lambang-lambang tulis dan bunyi dari sebuah teks bacaan. Sehubungan dengan hal ini, maka model latihan yang digunakan adalah teknik membaca analitis (القلراءة التحليلية). Dengan demikian penggunaan model pembelajaran berbasis masalah ini memerlukan kreatifitas dan kesungguhan guru yang bersangkutan dalam pelaksanaannya agar pembelajaran berjalan sesuai rencana dan dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. []

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini