profil                    


Peneliti Harus Sabar dan Jujur

Peneliti Harus Sabar dan Jujur


CIPUTAT - "Seorang peneliti harus memiliki komitmen. Pertama sabar dan kedua jujur. Peneliti harus sabar karena belum tentu data diambil cukup sekali datang (penelitian). Peneliti tidak boleh bohong tapi boleh salah...

CIPUTAT - "Seorang peneliti harus memiliki komitmen. Pertama sabar dan kedua jujur. Peneliti harus sabar karena belum tentu data diambil cukup sekali datang (penelitian). Peneliti tidak boleh bohong tapi boleh salah." Demikian hal itu disampaikan Dr. H. Muhammad Adlin Sila, S.Ag., M.A saat menjadi narasumber terkait penelitian etnografi di salah satu sesi Diklat Teknis Substantif Keagamaan Angkatan III untuk Peneliti/Dosen di Kampus Pusdiklat, Ciputat, Jum'at (29/7).

Untuk mencapai 'understanding' terhadap objek penelitian, Dr. H. Muhammad Adlin Sila, S.Ag, M.A yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Litbang Hubungan Antar Umat Beragama pada Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbangdiklat Kemenag, menggambarkan penelitian etnografi sebagai penelitian terhadap tatanan rumah yang terdiri dari halaman, teras, ruang tamu, ruang kamar, hingga kamar mandi. Untuk dapat memahami tatanan tersebut, seorang peneliti harus mampu menembus ruang-ruang tadi hingga sampai ke bagian terdalam.

"Seorang peneliti biasanya kalau sudah diterima di teras, kemudian tuan rumah menyajikan hidangan dan mengobrol serta memberikan jawaban dengan lancar. Seorang etnografer jangan puas dengan jawaban yang diberikan, karena kemungkinan jawabannya baru menceritakan teras dari rumah itu. Itu baru tataran permukaan belum sampai 'ground to earth'." tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, "Yang dibutuhkan etnografer adalah 'understanding', memahami apa isi dari rumah. Bagaimana keadan di dalam rumah, bagaimana kamar tamunya, kamar tidurnya, kamar mandinya. Bagaimana anggota keluarga menghidangkan makanan, dan lain sebagainya." 

"Seorang etnografer sedikit mirip dengan agen intel, tapi agen intel yang jujur. Tuan rumah tahu identitas dan tujuan peneliti." ungkapnya. "Etnografer juga harus memiliki kesabaran, karena penelitian etnografi adalah penelitian yang panjang," ujarnya.

Selain materi terkait penelitian etnografi tersebut, materi-materi lain terkait metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam bidang agama dan keagamaan turut memperkaya pengetahuan dan wawasan para peserta yang berjumlah 30 orang terdiri dari para peneliti dari Balai Litbang Agama dan para dosen dari Perguruan Tinggi Agama di Indonesia.  Diklat Teknis Substantif Keagamaan Angkatan III untuk Peneliti/Dosen diselenggarakan Pusdiklat Teknis mulai Selasa (26/7) dan akan berlangsung selama 10 hari hingga Kamis (4/8) yang akan datang. [elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini