profil      info kegiatan   artikel   produk   galeri foto


Widyaiswara Ikuti ToT Penanaman Nilai Bela Negara

CIPUTAT - Ada yang berbeda dari diklat yang diselenggarakan Pusdiklat Teknis kali ini. Para narasumber diklat biasanya berasal dari kalangan sipil baik itu widyaiswara, dosen, peneliti maupun praktisi pendidikan. Namun pada diklat kali ini, mereka yang menjadi narasumber lebih banyak berasal dari kalangan militer dengan pangkat perwira menengah dan tinggi. Karena, diklat kali ini adalah Diklat/ToT Penerapan Materi Bela Negara untuk Widyaiswara.

Sebanyak 30 orang widyaiswara Kementerian Agama mengikuti Diklat/ToT Widyaiswara Materi Penanaman Nilai Bela Negara yang diselenggarakan Pusdiklat Teknis sejak Selasa (26/7) di Kampus Pusdiklat, Ciputat. Diklat yang dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. H. Abd. Rachman, Ph.D pada hari Rabu (27/7) kemarin, akan berlangsung selama 12 hari hingga Sabtu (6/8).

30 orang widyaiswara yang menjadi peserta diklat tersebut terdiri dari berbagai jenjang fungsional dan berbagai rumpun spesialisasi sebagai perwakilan dari Pusdiklat Tenaga Administrasi, Pusdiklat Teknis, dan 13 Balai Diklat Keagamaan se-Indonesia. Dalam diklat ini, mereka akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan tentang wawasan kebangsaan, kedisiplinan, patriotisme, dan nasionalisme agar bisa menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang mampu menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dari berbagai ancaman baik yang datang dari internal maupun eksternal.

Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahananan Negara bahwa upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, materi-materi yang diprogramkan dalam diklat tersebut sarat dengan muatan patriotisme dan nasionalisme. Para narasumber yang dihadirkan diantaranya dari kalangan militer, kepolisian, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Tidak kalah menariknya, selain narasumber menyampaikan materi diklat, para perwira yang menjadi narasumber tersebut menceritakan pengalaman nyata yang penuh suka duka saat menjalankan peran tugasnya di lapangan dalam rangka membela negara. Seperti dituturkan salah seorang perwira yang menjadi narasumber diklat tersebut. "Saat bertugas jadi intelegen, maka harus mempunyai cover story, harus bisa bahasa daerah setempat dan melebur dengan kondisi target. Jadi tukang sapu sekalipun. Ibarat batu es yang kena panas, langsung melebur. Dan juga harus mandiri, apapun dikerjakan sendiri seperti McGyver. Bahkan kalau gugur saat bertugas, ga boleh dibawa pulang (jenajahnya)." [elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini