1Profil         1Layanan Publik1Regulasi    1Gallery  1Data1Fasilitas   1Kontak  1FAQ


Guru Perlu Integrasikan TIK dalam Pembelajaran

CIPUTAT - Sekarang ini internet sudah tidak mengenal usia, baik yang muda maupun yang tua. Dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, terlebih bagi kalangan yang tinggal di daerah perkotaan. Berdasarkan data "Digital in 2016" yang dirilis perusahaan agensi, We Are Sosial, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88.1 juta orang. Demikian hal itu diantara informasi yang disampaiakan narasumber Diklat Teknis Substantif Kependidikan Materi Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA).

Perkembangan dunia TIK khususnya internet telah menggeser paradigma dan perilaku banyak orang. "Dulu, kita hanya sebagai konsumen informasi semata. Tetapi sekarang kita juga sebagai produsen informasi. Dulu, anak-anak bermain banyak berinteraksi dengan alam. Sekarang, anak-anak lebih banyak bermain dengan gadgetya." ujar Epa Elfitriadi saat menyampaikan materi di salah satu sesi diklat tersebut. Selanjutnya Ia pun menampilkan data-data yang dirilis oleh APJII dan We Are Sosial, sebagai perusahaan agency yang melakukan survey digital setiap tahunnya. 

Dalam diklat tersebut, para peserta diberikan berbagai wawasan, pengetahuan sekaligus keterampilan melalui praktik pemanfaatan internet dalam pembelajaran di madrasah. Materi inti yang telah diprogramkan meliputi 1) internet sebagai media dan sumber pembelajaran, 2) pembuatan media pembelajaran berbasis TIK, 3) konversi file, 4) pemanfaatan email, 5) penyimpanan online, dan 6) pemanfaatan media sosial sebagai media pembelajaran.

Dari materi-materi tersebut, selain pengetahuan-pengetahuan dasar terkait internet, para peserta juga sekaligus mempraktikkan bagaimana membuat dan memanfaatkan email, membuat bahan ajar interaktif berbasis powerpoint, sharing dan bekerja kolaboratif secara riil time melalui aplikasi google dokumen, membuat formulir dan kuis online menggunakan aplikasi google formulir, membuat dan mengelola kelas virtual melalui grup facebook dan webblog. Semuanya dilakukan berbasis internet. 
 
Dari rangkaian kegiatan diklat tersebut, para peserta yang terdiri dari 30 orang Guru MI dan 30 orang Guru MA perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia diharapkan mampu mengintegrasikan TIK khususnya teknologi komputer dan internet dalam pembelajaran di madrasah. 
 
Pada saat yang bersamaan, juga diselenggarakan dua angkatan diklat lain yaitu Diklat Teknis Substantif Penyusunan Bahan Ajar Berbasis TIK bagi Guru MI dan Diklat Teknis Substantif Materi Publikasi Ilmiah bagi Guru MTs. Masing-masing diikuti 30 orang guru madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia. Diklat yang dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. H. Abd. Rachman, Ph.D pada Selasa (19/7) itu, selanjutnya akan ditutup secara serentak pada Minggu (24/7) di Kampus Pusdiklat Ciputat. [elf]
 

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini