1Profil         1Layanan Publik1Regulasi    1Gallery  1Data1Fasilitas   1Kontak  1FAQ


Naqoy: Temukanlah OMA-One Minute Awareness Anda

CIPUTAT - "Ternyata orang berubah tidak membutuhkan berjam-jam, cukup satu menit seseorang bisa berubah. Para pemimpin besar ketika mereka akan mengubah dunia, mereka menemukan OMA (One Minute Awareness). Terkadang OMA berupa siksaan, cacian, fitnah, hujatan bahkan sampai rencana pembunuhan. Namun ada juga yang mendapatkannya dalam kondisi sebaliknya yaitu pujian, ketenaran dan kesuksesan." Demikian ungkap Nanang Qosim Yusuf - Sang Penutur Kesadaran, dalam acara Peningkatan Kualitas Tenaga Kediklatan yang diselenggarakan Pusdiklat Teknis di Aula Kampus Pusdiklat, Ciputat, Jum'at (01/07)

Naqoy, demikian sapaan akrab pria muda pemecah rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai pembicara dan motivator dengan peserta terbanyak, mencapai 18 ribu orang di tahun 2009, berkesempatan memenuhi undangan Pusdiklat Teknis. Naqoy mengisi sesi akhir dari rangkaian kegiatan Peningkatan Kualitas Tenaga Kediklatan yang diselenggarakan selama 4 hari dari tanggal 28 Juni s.d 1 Juli 2016. 

"Satu kunci untuk mengubah hidup menjadi lebih baik adalah dengan kesadaran. Sadar siapa diri kita, sadar dari mana asal kita dan sadar mau kemana tujuan kita," ujarnya.

Menurutnya ada 7 kesadaran dalam diri seseorang yang perlu dilatih. Seseorang bisa keluar dari masa krisisnya dengan kesadaran yang dibangun dalam dirinya. Baik krisis keuangan, kesehatan-penyakit, keluarga, bisnis hingga masalah-masalah spiritual. "Kesadaran itulah yang akan bisa mengubah diri seseorang dari Good menjadi Great." tegas penulis buku best seller The7Awareness itu.

Lebih lanjut ia mengatakan, setiap orang sesungguhnya memiliki daya ungkit dalam hidupnya yang bisa membuatnya berubah. Itulah OMA, One Minute Awareness. "OMA-One Minute Awareness, adalah titik balik dari perubahan seseorang. Namun ironisnya kita sering melewatkannya begitu saja, lalu berharap Tuhan memberikan kesempatan di lain waktu. Lalu, yang ditunggu tak kunjung datang, akhirnya kita menyerah dan kalah selamanya." ujarnya. 

"Temukanlah OMA anda sekalian, berubahlah dari Good menjadi Great," tegasnya kepada para peserta yang seluruhnya adalah para pegawai Pusdiklat Teknis terdiri dari pejabat struktural, fungsional umum dan fungsional tertentu serta tenaga honorer.

Menurutnya waktu yang digunakan orang besar-sukses sesungguhnya sama saja dengan orang biasa, sehari 24 jam. Tetapi manusia di atas rata-rata, tidak mau terlewatkan sia-sia walau hanya 1 menit.

Ia juga memotivasi para peserta agar bekerja semaksimal yang bisa dilakukan. "Selalu bekerja di atas SOP, karena yakin Allah akan membalas kelebihannya. Mungkin bukan dalam bentuk material. Bisa saja anak sehat, keluarga bahagia dan lain sebagainya, itu bonusnya." ujar pria kelahiran 1979 itu. 

Demikian Naqoy, menggugah dan memotivasi para pegawai Pusdiklat Teknis agar menjadi manusia di atas rata-rata, bukan manusia biasa-biasa saja.

Mudah-mudahan sehari bersama Naqoy dalam acara tersebut bisa memberikan perubahan pada diri pegawai Pusdiklat Teknis untuk menjadi lebih baik, bekerja lebih giat, dan berkarya lebih nyata serta berubah dari Good menjadi Great. [elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini