profil                    


Kepala Balitbangdiklat: Tradisi yang harus Dikembangkan adalah Semangat Mencari Ilmu

20160614 buka 4 diklatCIPUTAT - Bulan Ramadhan tidak menjadi hambatan bagi Pusdiklat Teknis untuk menyelenggarakan diklat. Empat angkatan diklat mulai diselenggarakan di awal pekan kedua bulan Ramadhan ini, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. H. Abd. Rachman, Ph.D di Aula Kampus Pusdiklat Teknis, Ciputat, hari ini Selasa (14/6).

Empat diklat tersebut yaitu Diklat bagi Guru Pembina Olimiade Madrasah Angkatan I untuk Guru Matematika MI dan Angkatan II untuk Guru IPA MTs diselenggarakan dari tanggal 13 s.d 22 Juni 2016, serta TOT Widyaiswara Angkatan I Materi Diklat Jarak Jauh (DJJ) dan Angkatan II Materi Karya Tulis Ilmiah Widyaiswara diselenggarakan dari tanggal 13 s.d 24 Juni 2016.

Ketua Panitia yang diwakili Kabid Penyelenggaraan Diklat Dr. H. Susari, MA dalam laporannya menyampaikan bahwa masing-masing diklat diikuti oleh 30 orang peserta utusan dari berbagai provinisi di Indonesia. Menurutnya diklat diselenggarakan dengan maksud agar peserta mampu meningkatkan kinerjanya secara profesional sesuai tugas dan fungsi jabatannya masing-masing. Hal ini sebagaimana ditegaskan juga oleh Kapusdiklat Teknis Dr. H. Mahsusi, M.Si dalam sambutannya bahwa melalui diklat diharapkan terjadi perubahan dalam pengetahuan, keterampilan dan sikap para peserta agar menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. 

Sementara itu, Kepala Balitbangdiklat Kemenag Prof. H. Abd. Rachman, Ph.D memberikan apresiasi kepada para peserta. "Guru adalah makhluk mulia. Sebagaimana kata Imam Syafi'i manusia yang mulia itu ada dua yaitu Guru dan Murid.." ungkapnya. Beliau menggambarkan guru di masa lampau yang luar biasa layak untuk diteladani. Bagaimana Imam Bukhari melakukan perjalanan 16 tahun ke berbagai negeri untuk menuntut ilmu dan mengumpulkan hadits hingga terkumpul sekitar 7000 hadits. Kini Kitab Shahih Bukhari yang berisi tidak kurang dari 3000 hadits menjadi rujukan kaum muslimin seluruh dunia hingga akhir jaman. "Tradisi yang harus dikembangkan adalah semangat mencari ilmu. Semangat ini menjadi kewajiban kita, guru, para pendidik," ungkapnya.

Selain itu, beliau juga memotivasi para peserta melalui kisah inspiratif dari seorang guru SD yang mendidik siswanya dengan sentuhan cinta kasih. Ia mampu menemukan akar permasalahan seorang siswanya yang semula terkesan kotor dan aneh bahkan dicap malas dan bodoh. Ia mampu "membangkitkan" dan membimbingnya. Sang siswa pun merasakan atas jasa guru itulah berbagai keberhasilan dapat diraihnya. Hingga saat pernikahannya, sepucuk surat undangan memohon guru itu duduk di kursi Bunda.

Di akhir sesi beliau mengutip perkataan Buya Hamka yang sudah populer. "Kalau hidup sekedar hidup, babi hutan juga hidup. Kalau kerja hanya sekedar kerja, kera juga bekerja." ujarnya. [elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini