profil      info kegiatan   artikel   produk   galeri foto


Deputi II LAN RI: Widyaiswara Adalah Jantungnya Diklat

20160523 deputi LAN tot wi madyaCIPUTAT - Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang disebut Deputi II LAN Dr. Muhammad Idris, M.Si berkesempatan membuka secara resmi Diklat Fungsional Kewidyaiswaraan Berjenjang Tingkat Madya di Kampus Pusdiklat Kemenag, hari ini, Senin (23/05).

Dalam pengarahannya, Deputi II LAN Dr. Muhammad Idris, M.Si yang saat itu didampingi tuan rumah Kapusdiklat Teknis Dr. HM. Kusasi, MA dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat Dr. H. Susari, MA, menghimbau seluruh peserta yang hadir untuk senantiasa meningkatkan profesionalitas dalam bertugas. Makna profesional menurutnya terkait dengan aspek komitmen dan etika.

"Seorang pemegang jabatan profesional hanya dikatakan profesional kalau dia komitmen terhadap jabatannya." ungkapnya. Lebih lanjut beliau mengatakan, "komitmen itu sendiri terdiri dari tiga lapis. Lapis pertama, komitmen prosedural. Nanti mau bergerak kalau ada SK-nya. Nanti mau bekerja kalau ada SK berlampiran." terangnya.

"Kedua, komitmen kontinuan. Bahwa setiap orang sudah bicara tentang organisasinya. Apa yang bisa disumbangkan untuk organisasi. Apakah betul pengabdian saya sebagai pejabat fungsional semakin baik atau semakin tidak baik." Beliau pun memotivasi agar Widyaiswara yang seharusnya menjadi terdepan dalam mempraktikkan bagaimana komitmen kontinuan ini diterapkan. 

"Ketiga, komitmen afektif. Disini, tidak bisa dipisahkan mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan organisasi. Sudah melebur dalam satu jiwa," tandasnya. "Pada dasarnya kalau widyaiswara terikat dengan komitmen afektif. Tiada hari tanpa memperbaiki kapasitas. Kalau tidak ada jadwal, selesai juga pekerjaan tambahan yang lain, dengan memperkaya bahan, mendevelop bahan-bahan yang ada, dan lain sebagainya." Dan "widyaiswara itu adalah jantungnya diklat," tegas Deputi II LAN ini.

Selanjutnya dalam kaitannya dengan aspek profesional ketiga yaitu etika, Deputi II LAN RI menggambarkan besarnya tantangan dalam membangun etika. "Membangun etika itu tinggi godaannya. Kita ingin membangun di republik kita ini, etika, yang saat ini terasa masih kering." Untuk itu beliau berharap widyaiswara menjadi pelopor pembangunan kedepan. "Cukuplah widyaiswara menjadi dikagumi orang karena etikanya," dan "seharusnya widyaiswara Kementerian Agama bisa menjadi modeling, menjadi contoh apa saja." harapnya kepada para peserta diklat yang merupakan para widyaiswara pada Kementerian Agama ini.

Diklat yang merupakan prasyarat bagi widyaiswara yang akan/sedang menduduki jenjang jabatan tingkat madya ini diikuti oleh 30 orang widyaiswara jenjang muda dan madya ini berasal dari Pusdiklat Tenaga Teknis dan Pusdiklat Tenaga Administrasi serta 13 Balai Diklat Keagamaan se-Indonesia. Mereka akan mengikuti diklat ini selama 14 hari hingga Sabtu (4/6) yang akan datang.[elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini