1Profil         1Layanan Publik1Regulasi    1Gallery  1Data1Fasilitas   1Kontak  1FAQ


KH Hasyim Muzadi: Ketahanan Lintas Agama sebagai Kekuatan Kita

20160512 hasyimmuzadi2CIPUTAT - “Jangan ada konflik di antara kita, karena konflik itu pada dasarnya bisnis bencana oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab”. Hal itu disampaikan KH Hasyim Muzadi saat memberi materi bertema Wawasan Kebangsaan kepada para peserta diklat di Kampus Pusdiklat Ciputat, Kamis (12/05).

Kiyai Hasyim yang saat itu didampingi Kapusdiklat Teknis Dr. HM Kusasi, M.Pd dan dimoderatori oleh Kasubid Diklat Tenaga Keagamaan Efa Ainul Falah, MA menegaskan bahwa serangan soft terrorism sangat berbahaya dan mengakibatkan disintegrasi pemikiran yang taraf selanjutnya bisa berujung pada tragedi kemanusian.

“Saat ini kita diserang oleh HAM (Hak Asasi Manusia). HAM yang ada di Indonesia saat ini adalah HAM yang sama sekali sekuler dan tidak mengenal tata nilai agama." ungkapnya.

Beliau mengisyaratkan bahwa Indonesia telah terkontaminasi dengan opini yang membuat HAM seolah kitab suci. "HAM yang masuk ke Indonesia ini belum dipancasilakan, belum di-Indonesiakan," dan "kalau terhadap sesuatu yang tidak suka maka disebut pelanggaran. Tapi kalau sesuatu yang dia suka, maka dia bilang tidak melanggar HAM," ujarnya. Lebih lanjut "HAM yang masuk di Indonesia tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, regulasi kebijakan, dan kearifan lokal Indonesia,' tegasnya.

Menurutnya tantangan terberat yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah dengan hadirnya kelompok ekstrim kiri yang diwakili ideologi komunis dengan mengendarai HAM dan kelompok ekstrim kanan yang diwakili kelompok ekstrimis agama yang menolak dan Pancasila. 

Untuk itu beliau menghimbau, "Yang perlu dilakukan sekarang adalah kesatuan ummat", sebab "ketahanan lintas agama adalah kekuatan kita," pesannya kepada para peserta diklat. 20160512 hasyimmuzadi

Peserta diklat yang kurang lebih berjumlah 120 orang tergabung dari 4 angkatan diklat yaitu Diklat Teknis Substantif Keagamaan Angkatan I dan II untuk Penggerak Kerukunan Umat Beragama, Diklat Fungsional Keagamaan Berjenjang Angkatan I untuk Penguluh Agama Islam Madya dan Diklat Fungsional Keagamaan Berjenjang Angkatan II untuk Penghulu Madya mendapat wawasan berharga dari mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1999-2010 yang pernah mengajukan calon wakil presiden mendampingi calon presiden Megawati Soekarno Putri pada pilpres 2004 lalu. [elf]

Peta Lokasi

Akses Cepat

Kementerian Agama
Website resmi Kemenag RI

DJJ Pusdiklat Teknis
Diklat Jarak Jauh Pusdiklat Teknis

Badan Litbang dan Diklat
Website resmi Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI

Video Terkini

Video lainnya klik disini